NIKMATNYA BERAKHLAK QUR’ANI

Demi (buah )Tin dan (buah)Zaitun, Dan demi bukit Sinai, Dan demi kota (Mekah) ini yang aman, Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ketempat yang serendah-rendahnya (neraka), Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, Maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu? Bukankah Allah hakim yang seadil-adilnya? ( QS. At-Tin : 1-8)

Bila kita menyimak firman-firman Allah diatas, tampak keagungan dan kebesaran, Allah yang telah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling sempurna, yang tidak sekedar menjadikan manusia seperti halnya mahluk biasa, namun Ia jadikan sebagai puncak dari ciptaan-Nya yang berbeda dari mahluk-mahluk yang lainnya. Diiringi dengan nilai dan kualitas makhluk yang paling mulia, Allah telah menggambarkan kualitas kemanusiaan tersebut dalam sebuah aturan main menuju proses penyempurnaan diri yang tidak hanya diukur sebagai sebuah fitrah,namun lebih daripada itu, ia merupakan sebuah usaha dan perjuangan keras menuju kemanusiaan yang sempurna. Maka berbahagialah ,mereka yang telah sampai kepadanya,dan merugilah bagi mereka yang telah mengotori jiwanya. Sebagaimana dalam firmanNya.

ISTRI SETIA

Ada seorang anggota legislatif yg sangat makmur sedang santai menikmati sore di rumah mewah mereka yang baru. Kemudian terjadilah percakapan yang mengerikan ini.

Istri (I): Pa, apa benar kamu nggak pernah selingkuh atau tidur dengan wanita lain? ceritakan saja, aku nggak marah kok. Kan bagaimanapun semua itu telah berlalu.

Suami (S) : sumpah, nggak pernah ma, lalu kalo kamu apa pernah, ma?

I : sebenarnya pernah sih, tapi kamu jangan marah ya. Inget nggak waktu kamu dulu pulang dengan loyo karena lamaran kerjamu ke perusahaan itu ditolak dan besoknya tiba tiba kamu dipanggil masuk kerja? Saya datangi calon bossmu di kantor dan saya memuaskan dia.

S : (sambil menelan liur) eh.. masa cuma itu, ada nggak yang lain?

I : masih ada juga sih, waktu dulu kamu mengajukan kenaikan gaji dan ditolak namun kemudian dinaikkan dua kali lipat, malam itu saya datangi rumah bossmu dan saya kenyangkan dia semalam suntuk.

S : (gluk..) trus cuma itu?

I : sebenarnya sih ada lagi, tapi terpaksa, habis gimana lagi. Masih ingat nggak waktu itu kamu mengikuti pemungutan suara untuk calon legislatif dan masih kurang 150 suara lagi untuk menang?

S : (GUBRAAAAKKKKKK !!!) pingsan.
:shok: