Ayahmu Pecundang

Hening di sudut kamar hanya terdengar detak jam dinding yang menemani aku yang masih terjaga. mata ini sulit sekali untuk di pejamkan. Aku teringat akan bayangan itu selalu datang di saat datang malam lelah menerpa, gelisah ,kecewa dan penat yang kini hinggap di jiwa dan raga ku. Dan suara itu mulai terdengar lagi "Ayah, Misel ingin ikut Lomba sempoa di GSC Cikarang". tar ayah ikut ya... nganter." anaku merajuk, Ya itung2 buat nge-tes mental nya yah , Pendaftaran nya harus sudah masuk senin depan",istriku menimpali pada suatu sore minggu lalu...Aku tertegun...suara2 itu mulai hilang.

Sejenak ku lihat istriku yang sedang tertidur pulas. tampak raut wajah nya yang nampak kelihatan lelah sekali ,menjaga mengurusi anak2 ku seharian tadi. di samping istri ku tergeletak kedua anak ku yang sedang teridur manis. Ku amati Bidari dan pangeran ku tampak sekali wajah2 polos yang masih lugu . Maafkan ayah nak...bathinku. bukan nya ayah tak mau membelikan mu buku pelajaran sempoa dan tas cantik yang kamu minta tadi siang, tetapi ada yang lebih perlu dari pada itu dan tak kau perlu tau.

NIKMATNYA BERAKHLAK QUR’ANI

Demi (buah )Tin dan (buah)Zaitun, Dan demi bukit Sinai, Dan demi kota (Mekah) ini yang aman, Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ketempat yang serendah-rendahnya (neraka), Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, Maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu? Bukankah Allah hakim yang seadil-adilnya? ( QS. At-Tin : 1-8)

Bila kita menyimak firman-firman Allah diatas, tampak keagungan dan kebesaran, Allah yang telah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling sempurna, yang tidak sekedar menjadikan manusia seperti halnya mahluk biasa, namun Ia jadikan sebagai puncak dari ciptaan-Nya yang berbeda dari mahluk-mahluk yang lainnya. Diiringi dengan nilai dan kualitas makhluk yang paling mulia, Allah telah menggambarkan kualitas kemanusiaan tersebut dalam sebuah aturan main menuju proses penyempurnaan diri yang tidak hanya diukur sebagai sebuah fitrah,namun lebih daripada itu, ia merupakan sebuah usaha dan perjuangan keras menuju kemanusiaan yang sempurna. Maka berbahagialah ,mereka yang telah sampai kepadanya,dan merugilah bagi mereka yang telah mengotori jiwanya. Sebagaimana dalam firmanNya.